Hutang Akun vs. Piutang Usaha

Bagaimana transaksi dicatat dalam Buku Besar (GL) tergantung pada sifat transaksi. Hutang Akun (AP) dicatat dalam sub-buku besar AP ketika faktur disetujui untuk transaksi di mana perusahaan harus membayar uang kepada vendor untuk layanan pembelian atau barang. Di sisi lain, Piutang Usaha (AR) mencatat setiap uang yang menjadi utang perusahaan karena penjualan barang atau jasa mereka. Pada neraca perusahaan, hutang usaha dicatat sebagai kewajiban sedangkan piutang dicatat sebagai aset.

Grafik perbandingan

Accounts Payable versus Accounts Chart perbandingan piutang
Akun hutang Piutang
Mengacu padaUang yang menjadi hutang perusahaan kepada orang lainUang yang dimiliki orang lain kepada perusahaan
SingkatanA / P atau APA / R atau AR
Dibayar untuk siapa?Hutang akun adalah jumlah hutang perusahaan karena membeli barang atau jasa secara kredit dari pemasok atau vendor.Piutang usaha adalah jumlah yang berhak dikumpulkan oleh perusahaan karena menjual barang atau jasa secara kredit kepada pelanggan.
Direkam sebagaiKewajiban (hutang selalu merupakan kewajiban)Aset (piutang selalu merupakan aset)
Bagaimana masing-masing memengaruhi bisnis?Hutang akun akan mengurangi kas perusahaanPiutang dagang akan meningkatkan kas perusahaan
Apa yang menyebabkan transaksi ini?Membeli barang secara kreditMenjual barang secara kredit

Eksekusi

Hutang akun dicatat ketika faktur disetujui untuk pembayaran. Banyak perusahaan menggunakan "pemisahan tugas, " yaitu memastikan tidak ada seorang pun karyawan yang dapat menyetujui pembayaran sendiri, untuk mencegah penggelapan.

Untuk sebagian besar bisnis, piutang melibatkan pembuatan faktur, yang dikirimkan kepada pelanggan. Pelanggan kemudian harus membayar faktur dalam ketentuan pembayaran, biasanya dalam 30 hari.

Manajemen Modal Kerja

Modal kerja (WC) mewakili likuiditas operasi suatu bisnis. Modal kerja bersih adalah perbedaan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar. Penting bagi perusahaan untuk memiliki modal kerja bersih yang sehat dan positif. Hal ini dicapai melalui, di antara teknik-teknik lain, manajemen piutang dan piutang yang lihai.

Piutang usaha dianalisis dengan rata-rata jumlah hari untuk menagih pembayaran (disebut Days Sales Outstanding atau DSO), dan utang dagang dianalisis dengan rata-rata jumlah hari yang diperlukan untuk membayar faktur (Days Payable Outstanding atau DPO).

di mana COGS adalah harga pokok penjualan dan COGS / hari adalah rata-rata pembelian harian.

DSO kurang dari 45 hari umumnya dianggap sehat.

Modal kerja dapat ditingkatkan dengan mengurangi DSO atau meningkatkan DPO yaitu mengumpulkan pembayaran dari pelanggan lebih cepat dan menunda pembayaran kepada vendor. Namun, selalu ada trade-off bisnis karena menunda pembayaran kepada vendor dapat merusak reputasi perusahaan dan juga dapat mengakibatkan kehilangan diskon pembayaran awal. Demikian pula, pelanggan mungkin lebih bersedia untuk menawarkan bisnis jika perusahaan tidak terlalu ketat tentang dibayar tepat waktu.

Penggunaan khusus

Piutang usaha dapat digunakan sebagai jaminan saat mendapatkan pinjaman. Mereka juga bisa dijual di pasar modal.

Artikel Terkait