Kartel vs. Oligopoli

Dalam bidang ekonomi, oligopoli adalah struktur pasar di mana industri ini didominasi oleh sejumlah kecil penjual (oligopolis). Penjual dominan, karena jumlahnya sangat sedikit, masing-masing cenderung menyadari tindakan pihak lain. Keputusan dari satu perusahaan mempengaruhi, dan dipengaruhi oleh, keputusan dari perusahaan lain.

Kartel adalah kasus khusus oligopoli ketika perusahaan pesaing dalam suatu industri berkolusi untuk membuat perjanjian formal dan eksplisit untuk menetapkan harga dan jumlah produksi. Secara teori, kartel dapat dibentuk dalam industri apa pun, tetapi hanya praktis dalam oligopoli di mana ada sejumlah kecil perusahaan. Kartel biasanya dilarang oleh undang-undang anti-trust.

Grafik perbandingan

Grafik perbandingan kartel versus Oligopoli
Kartel Oligopoli
BerartiPerjanjian formal eksplisit antara perusahaan dalam industri untuk menetapkan harga dan kuantitas produksi.Kondisi pasar ekonomi di mana banyak penjual memiliki kehadiran mereka di satu pasar tunggal. Sejumlah kecil perusahaan besar yang mendominasi industri.
HargaTinggi luar biasa. Harga ditetapkan oleh anggota kartel.Harga sedang / wajar karena persaingan di pasar. Tetapi jauh lebih tinggi dari persaingan sempurna (di mana ada sejumlah besar pembeli dan penjual)
KarakteristikSejumlah kecil perusahaan mendominasi industri ini. Harga dan jumlah produksi tetap. Produk tidak dibedakan.Sejumlah kecil perusahaan mendominasi industri ini. Perusahaan-perusahaan ini bersaing satu sama lain berdasarkan diferensiasi produk, harga, layanan pelanggan, dll.
Hambatan masukHambatan untuk masuk sangat tinggi karena sulit untuk memasuki industri karena skala ekonomis.Hambatan untuk masuk sangat tinggi karena sulit untuk memasuki industri karena skala ekonomis.
Sumber KekuatanKemampuan membuat pasar dengan kesepakatan eksplisit antara pemain dominan di industri.Kemampuan membuat pasar karena sangat sedikit perusahaan dalam industri ini. Oleh karena itu setiap perusahaan dapat secara signifikan mempengaruhi pasar dengan menetapkan harga atau kuantitas produksi.
ContohnyaOPEC, kartel lisin, Federal ReserveAsuransi kesehatan, operator nirkabel, bir (Anheuser-Busch dan MillerCoors), media (penyiaran TV, penerbitan buku, film), dll.

Contohnya

OPEC adalah kartel negara-negara penghasil minyak. Murray Rothbard menganggap cadangan federal sebagai kartel publik bank swasta. Di Amerika Serikat, telekomunikasi dan layanan broadband adalah industri oligopolistik. Asuransi kesehatan adalah contoh lain dari oligopoli karena ada sangat sedikit perusahaan asuransi di setiap negara bagian.

Karakteristik Produk

Kartel lebih stabil jika transaksi industri dalam komoditas daripada produk yang dibedakan karena lebih mudah untuk menetapkan harga dan jumlah produksi. Dalam situasi seperti itu, jika ada perubahan dalam pangsa pasar salah satu anggota kartel, anggota akan segera tahu bahwa ini berpotensi karena kenaikan atau penurunan harga yang dilakukan oleh anggota lain.

Dalam oligopoli produk mungkin homogen atau berbeda. Oligopoli mampu menetapkan harga (mereka memiliki kekuatan membuat pasar) tetapi mereka juga bersaing dengan perusahaan lain di industri berdasarkan diferensiasi produk.

Implikasi Teori Game

Dalam istilah Game Theory, pengaturan kartel seperti dilema tahanan. Semua anggota kartel akan lebih baik jika mereka tetap pada harga yang disepakati dan jumlah produksi. Tetapi untuk setiap anggota, menguntungkan untuk menipu dengan meningkatkan produksi atau mengurangi harga (dengan demikian menjual lebih banyak produk). Inilah sebabnya mengapa kartel sangat sulit dipertahankan dalam praktik, dan seringkali berumur pendek.

Teori Oligopoli juga banyak menggunakan teori permainan. Model Oligopolistik meliputi:

  • Duopoli Stackelberg: Ada pemimpin di pasar, perusahaan yang mengambil tindakan pertama, misalnya menentukan tingkat produksi. Setelah pemimpin pasar membuat komitmen ini, pengikut di industri mengambil keputusan.
  • Duopoli Cournot: Tidak ada diferensiasi produk tetapi perusahaan tidak berkolusi. Setiap perusahaan memiliki pengaruh pada harga dan mereka menggunakan ini dengan memilih kuantitas untuk memproduksi produk. Semua perusahaan memilih jumlah secara bersamaan.
  • Oligopoli Bertrand: Ini mirip dengan model Cournot tetapi perusahaan menggunakan kekuatan pasar dengan memilih harga.

Artikel Terkait