Konstan vs. Literal

Pemrogram perangkat lunak menggunakan berbagai tipe data dalam kode mereka.

Literal adalah nilai yang diekspresikan sebagai dirinya sendiri. Misalnya, angka 25 atau string "Hello World" keduanya literal.

Konstanta adalah tipe data yang menggantikan literal. Konstanta berguna dalam situasi di mana

  • nilai spesifik dan tidak berubah akan digunakan pada berbagai waktu selama program perangkat lunak
  • Anda ingin lebih mudah memahami kode perangkat lunak

Variabel dalam suatu program dapat mengubah nilainya selama pelaksanaan program. Konstanta mempertahankan nilai yang sama di seluruh program.

Grafik perbandingan

Grafik perbandingan konstan versus Literal
Konstan Harfiah
Contohconst PI = 3.14; radius var = 5; var lingkar = 2 * PI * radius;radius var = 5; var lingkar = 2 * 3, 14 * radius;

Constant vs Type Data Literal - Contoh

Misalkan kita sedang menulis sebuah program untuk menentukan anggota populasi mana yang berhak memilih, diizinkan minum, keduanya atau tidak sama sekali.

 const DRINKING_AGE = 21; const VOTING_AGE = 18; 

18 dan 21 adalah literal. Kami dapat menggunakan literal ini di semua area program kami. Misalnya, if(age > 18) atau if(age < 21) . Tetapi kita dapat membuat kode kita lebih dimengerti jika kita menggunakan konstanta saja. if(age > VOTING_AGE) lebih mudah dimengerti. Manfaat lain dari menggunakan konstanta adalah

  • Konstanta membebaskan programmer dari harus mengingat apa yang seharusnya setiap literal. Seringkali nilai yang tetap konstan di seluruh program memiliki makna bisnis. Jika ada beberapa nilai seperti itu, programmer dapat menentukan semuanya di awal program dan kemudian bekerja dengan nama konstan yang lebih mudah diingat.
  • Jika persyaratan bisnis menentukan bahwa konstanta diubah (misalnya, jika usia minum diturunkan menjadi 20 di masa mendatang), akan lebih mudah untuk menyesuaikan program. Jika kita menggunakan literal di seluruh program, perubahan akan sulit dilakukan dan ada kemungkinan beberapa kasus tidak akan diperbaiki.

Artikel Terkait