Vitamin B vs. Vitamin C

Vitamin B dan C adalah vitamin yang larut dalam air yang sangat penting bagi tubuh. Tesis ini tidak dapat dibuat dalam tubuh dan harus ditambah dari makanan seseorang. Vitamin diklasifikasikan menurut fungsi dan aktivitas biologisnya dan bukan berdasarkan strukturnya.

Grafik perbandingan

Vitamin B versus grafik perbandingan Vitamin C
Vitamin B Vitamin C

Pengantar (dari Wikipedia)Vitamin B adalah delapan vitamin yang larut dalam air yang memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Secara historis, vitamin B pernah dianggap sebagai vitamin tunggal, disebut sebagai vitamin B (seperti orang-orang merujuk pada vitamin C atau vitamin D).Vitamin C atau asam L-askorbat adalah nutrisi penting bagi manusia, yang berfungsi sebagai vitamin. Askorbat (ion asam askorbat) diperlukan untuk berbagai reaksi metabolisme esensial pada semua hewan dan tumbuhan.
KlasifikasiSenyawa terlibat dalam metabolisme selAntioksidan
JenisVitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, B12Vitamin C (asam askorbat)
SumberDaging, kentang, lentil, pisangBuah-buahan dan sayur-sayuran
Penyakit yang disebabkan oleh kekuranganBeri-beri, pellagra, anemia, ariboflavinosis, dermatitisCurang
ToksisitasKerusakan neurologisGangguan pencernaan
Persyaratan dietBervariasi untuk setiap jenis60-95 mg

Jeruk dan Kiwi adalah sumber Vitamin C yang baik

Klasifikasi

Vitamin B kompleks adalah sekelompok senyawa yang berfungsi sebagai prekursor untuk enzim dan kofaktor, karenanya bertindak sebagai katalis dalam reaksi metabolisme. Vitamin C Merupakan kelompok senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.

Jenis

Vitamin B kompleks termasuk delapan vitamin yang larut dalam air - B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat), B6 ​​(piridoksin), B7 (biotin), B9 (biotin), B9 (asam folat), B12 (kobalamin) .

Vitamin C juga dikenal sebagai asam askorbat.

Sumber vitamin B dan C

Vitamin terbaik jika diambil dari sumber makanan alami dan bukan pil. Vitamin yang larut dalam air mudah dikeluarkan dari tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Namun, overdosis juga dapat menyebabkan beberapa gejala berbahaya di dalam tubuh.

Sumber Vitamin B termasuk kentang, pisang, lentil, dan daging seperti kalkun, hati, dan tuna. Vitamin C ditemukan di sebagian besar buah dan sayuran.

Manfaat

Vitamin B kompleks sangat penting untuk meningkatkan metabolisme sel secara teratur, termasuk pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Ini juga berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan saraf. Selain itu, mempertahankan nada kulit dan otot yang sehat dan ketika dikonsumsi secara teratur dalam diet seimbang juga telah terbukti mengurangi risiko kanker pankreas.

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh dan juga sebagai kofaktor dan koenzim untuk berbagai jalur biokimia.

Persyaratan diet

Kebutuhan harian untuk Vitamin B bervariasi untuk setiap kompleks sebagai berikut. Vitamin B1: 1.1-1.5 mg, Vitamin B2: 1.3-1.7 mg, Vitamin B3: 15-19 mg, Vitamin B5: 4-7 mg, Vitamin B6: 1.6-2 mg, Vitamin B7: 100 mcg, Vitamin B9: 180-200 mcg, Vitamin B12: 2 mcg.

Kebutuhan harian untuk Vitamin C direkomendasikan 60-95 miligram per hari oleh Akademi Sains Nasional Amerika Serikat.

Dampak Kekurangan Vitamin C dan B

Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan penyakit seperti beri-beri (penyakit pada sistem saraf), pellagra, anemia, ariboflavinosis, dermatitis dan kondisi lainnya.

Kekurangan vitamin C menyebabkan penyakit kudis, suatu kondisi yang disebabkan oleh kolagen yang tidak stabil. Beberapa gejala termasuk pendarahan dari gusi dan bintik-bintik hati pada kulit.

Toksisitas karena overdosis

Dalam beberapa kasus, mengambil overdosis vitamin B dalam bentuk suplemen makanan atau injeksi dapat menyebabkan keracunan. Ini dapat menyebabkan kerusakan neurologis yang serius, atau toksisitas hati.

Kelebihan vitamin C menyebabkan gangguan pencernaan dan diare. Gejala lain termasuk, ruam pada kulit, sakit kepala, kelelahan, dan gangguan tidur.

Artikel Terkait